Cerpen Terbaru episode II PERJALANAN MENUJU KOTA KECIL

https://rinojanggu.blogspot.com/2020/08/cerpen-terbaru-episode-ii_17.html Episode II



PERJALANAN MENUJU KOTA KECIL

*****

Keesokan harinya, setelah aku berjaga dari peristirahatan ku, aku mulai lagi beranjak kaki dan tidak lupa pula mengucapakan terima kasih pada pucak bukit itu. Karena ia telah memberikan aku tempat untuk bernaung. Walaupun aku beristirahat tanpa atap dan hanya beralaskan dedaunan. Tapi itu lebih sedikit nyaman dari pada tempat-tempat peristirahatan oleh para pengemis di kota yang jauh di sana. Belum tentu menenangkan jiwa dan badan saat mereka beristirahat. Atau belum tentu mereka memiliki tempat untuk beristirahat. Ini harus disyukuri.

Lalu, mulai mengayunkan kaki dan melangkah melanjutkan perjalananku menuju kota kecil yang terletak tidak terlalu jauh dari pemukiman bukit itu. Kota ini sepertinya kota yang kemarin kulihat seperti kampung kecil. Karena memang kemarin aku melihatnya dengan samar-samar dan ditutupi oleh rimbunan dedaunan pohon-pohon yang memberi teduhan saat aku telah melewati jalan yang berliku-liku menuju puncak bukit itu.  

Kota kecil itu adalah kota yang dibangun 16 tahun yang lalu setelah terjadi peperangan antar raja Tarsus melawan raja wilson pemimpin kota yang terletak di dekat pantai laut di ufuk timur. Raja Wison berhasil merebut kota itu dengan mendatangkan 10.000 prajurit. Dan setelah raja Wilson telah merebut kota ini. Ia mulai membangunnya kembali serta menatanya dengan beda sesuai keinginan raja Wilson. “kata seorang kakek yang sementara pulang dari kota itu, sambil mengangkat tangan dan menunjuk kota itu. Lalu melanjutkan ceritanya”. Sebenarnya kota itu suda ada sejak tahun 1887. Dulu kota itu dikenal dengan nama kota Wela Mata. Karena memang menutut mitos, kota itu diberi nama kota Wela mata karena menurut bahasa Manggarai sebutan Wela mata diper-untuk para gadis. Tetapi sekarang dikenal dengan kota Rapu Do. Karena banyak penghuni kota itu mati karena peperangan termasuk raja Tarsus dan Isterinya. “Dan engkau pemuda mau ke mana?” tanya kakek itu setelah ia menyelesaikan penjelasannya tentang kota itu. Jawabku “aku sedang menuju kota itu”. Lalu kakek itu berkata lagi “hati-hatilah anak muda. Karena di kota itu penuh dengan gadis-gadis yang ingin pemuda yang tampan sepertimu”

***Setalah mengakhiri ceritanya dengan suatu candaan, kami melanjutkan perjalanan menuju tujuannya masing-masing. Aku menuju tempat impianku. Dan kakek tua itu yang umurnya kurang lebih seumur dengan kemerdekaan negara Indonesia. Karena aku bisa sedikit melihatnya dari wajahnya yang mulai mengerut. Aku tidak tahu kemana tujuannya? Sebab aku tidak menanyakan sedikit tentang dirinya. Bukan aku tidak mau. Memang aku tidak mempunyai kesempatan untuk bertanya. Karena ia sangat asik menceritakan sejarah kota itu. Dan memang usia-usia seperti mereka, ingin menceritakan sejarah kepada anak mudah. Ini sering dibuat oleh kakekku bernama Mark saat aku berusia tiga tahun. Sebelum tidur ia menceritakan kehidupan meraka masa lalu. “seandainya aku dan kakek tua itu bertemu di puncak saat aku mulai tidur, aku suda merasakan hal yang sama saat aku bersama kakekku dulu” kataku saat aku melihat dia berjalan. Pelan-pelan jauh. Lalu menghilang. Kemudian, aku melanjutkan perjalanan ku menuju kota kecil itu.

 BESAMBUNG 
Ke episode III

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu

UNTUKMU

RINDU